Selasa, 09 Februari 2016

BERSYUKUR SETIAP SAAT


"Siapa yang tidak mensyukuri nikmat, akan kehilangan nikmat itu. Siapa yang mensyukurinya, berarti ia telah mengikat nikmat itu dengan tali yang kuat".
--Syekh Ibnu Atha 'illah dalam kitab Al-Hikam
Sahabatku, syukur nikmat akan membuat nikmat itu menjadi abadi dan semakin bertambah. Allah SWT berfirman,"Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih," (QS. Ibrahim [14]:7)
Sebaliknya, kufur nikmat akan menyebabkan nikmat itu hilang. Allah swt. berfirman,"Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri." (QS. Ar-Ra'd [13]:11)
Artinya, jika mereka mengubah ketaatan mereka, yaitu dengan tidak mensyukuri nikmat yang diberikan-Nya, Allah tidak akan memberi mereka kebaikan dan kemurahan-Nya.
Syukur nikmat dapat diwujudkan dengan hati, yaitu engkau sadar bahwa semua nikmat berasal dari Allah. Karena itu Allah SWT berfirman, "dan apa saja nikmat yang ada pada kamu maka dari Allahlah (datangnya)." (QS. An-Nahl [16]:53)
Rasa syukur juga dapat diwujudkan dengan lisan, yaitu dengan membicarakan nikmat tersebut. Allah SWT berfirman,"Dan terhadap nikmat Tuhanmu maka hendaklah kamu siarkan (bicarakan)." (QS. Adh-Dhuha [93]:11).

Minggu, 07 Februari 2016

Doa Melunasi Hutang Sepenuh Gunung


Melunasi Utang Sepenuh Gunung
Adakah doa yang dipanjatkan agar mudah melunasi utang? Bagaimana jika utang tersebut sepenuh gunung, apa saja amalannya?
Dari ‘Ali, ada seorang budak mukatab (yang berjanji pada tuannya ingin memerdekakan diri dengan dengan syarat melunasi pembayaran tertentu) yang mendatanginya, ia berkata, “Aku tidak mampu melunasi untuk memerdekakan diriku.” Ali pun berkata, “Maukah kuberitahukan padamu beberapa kalimat yang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mengajarkannya padaku yaitu seandainya engkau memiliki utang sepenuh gunung, maka Allah akan memudahkanmu untuk melunasinya. Ucapkanlah doa,
اللَّهُمَّ اكْفِنِى بِحَلاَلِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَأَغْنِنِى بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ
“Allahumak-finii bi halaalika ‘an haroomik, wa agh-niniy bi fadhlika ‘amman siwaak”
[Ya Allah cukupkanlah aku dengan yang halal dan jauhkanlah aku dari yang haram, dan cukupkanlah aku dengan karunia-Mu dari bergantung pada selain-Mu]
(HR. Tirmidzi no. 3563, hasan menurut At Tirmidzi, begitu pula hasan kata Syaikh Al Albani)